Memahami Nilai Oktan Bahan Bakar dan Perbedaan RON 90, 92, 95, hingga 98
SYSTEM_READY // OPERATIONAL //SYSTEM_READY // OPERATIONAL //SYSTEM_READY // OPERATIONAL //SYSTEM_READY // OPERATIONAL //SYSTEM_READY // OPERATIONAL //SYSTEM_READY // OPERATIONAL //SYSTEM_READY // OPERATIONAL //SYSTEM_READY // OPERATIONAL //SYSTEM_READY // OPERATIONAL //SYSTEM_READY // OPERATIONAL //
HOME/ Artikel/ Memahami Nilai Oktan Bahan Bakar dan Perbedaan RON 90, 92, 95, hingga 98

Memahami Nilai Oktan Bahan Bakar dan Perbedaan RON 90, 92, 95, hingga 98

Blog
29 September 2026
5 min read
By Raja Oto Team
Memahami Nilai Oktan Bahan Bakar dan Perbedaan RON 90, 92, 95, hingga 98

Nilai oktan bahan bakar menentukan ketahanan BBM terhadap knocking dan perlu disesuaikan dengan mesin. Kenali perbedaan RON 90 hingga 98 dan cara memilih BBM yang tepat untuk mobil.

Nilai oktan bahan bakar merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih BBM untuk kendaraan. Angka ini menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan kecenderungan terjadinya knocking, yaitu pembakaran yang terjadi sebelum waktunya akibat tekanan dan suhu di dalam ruang bakar.

Di Indonesia, nilai oktan biasanya dinyatakan dengan RON (Research Octane Number), seperti RON 90, 92, 95, dan 98. Namun, RON yang lebih tinggi tidak otomatis berarti lebih baik untuk semua kendaraan. Kebutuhan BBM tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan.

Baca juga: CARA MENGHITUNG KONSUMSI BBM MOBIL UNTUK MENGETAHUI TINGKAT KEIRITANNYA

Memahami Nilai Oktan Bahan Bakar dan Pengaruhnya pada Mesin Mobil

Nilai oktan adalah ukuran kemampuan bahan bakar bensin untuk menahan terjadinya pembakaran sebelum waktunya ketika campuran udara dan bahan bakar dikompresi di dalam mesin.

Sederhananya, semakin tinggi angka RON, semakin tinggi pula ketahanan bahan bakar terhadap tekanan sebelum terbakar. Hal ini penting pada mesin dengan rasio kompresi tinggi karena campuran bahan bakar dan udara mendapatkan tekanan lebih besar sebelum proses pembakaran.

Jika bahan bakar terlalu mudah terbakar akibat tidak sesuai dengan kebutuhan mesin, pembakaran dapat terjadi sebelum busi memberikan percikan api yang seharusnya. Kondisi inilah yang dapat menimbulkan knocking atau suara mesin ngelitik.

Arti RON pada Bahan Bakar

RON merupakan singkatan dari Research Octane Number. Angka tersebut digunakan untuk menunjukkan tingkat ketahanan bahan bakar terhadap knocking.

Karena itu, angka RON bukan menunjukkan seberapa besar energi yang terkandung dalam BBM. RON yang lebih tinggi terutama berarti bahan bakar lebih tahan terhadap pembakaran prematur akibat tekanan di ruang bakar.

Fungsi Nilai Oktan pada Kinerja Mesin

Fungsi utama nilai oktan berkaitan dengan menjaga proses pembakaran tetap sesuai dengan kondisi kerja mesin. Bahan bakar yang memiliki RON sesuai kebutuhan memungkinkan mesin bekerja sebagaimana rancangan pabrikannya.

Sebaliknya, penggunaan RON yang terlalu rendah untuk suatu mesin dapat meningkatkan risiko knocking. Jika terjadi terus-menerus, pembakaran yang tidak normal dapat mengganggu performa dan berpotensi menyebabkan masalah pada komponen mesin.

Jadi, fungsi nilai oktan bukan sekadar menentukan BBM mana yang paling mahal atau paling tinggi angkanya. Yang lebih penting adalah kecocokan antara bahan bakar dan karakteristik mesin kendaraan.

Daftar Nilai Oktan Bahan Bakar yang Umum di Indonesia

Gemini Generated Image c88180c88180c881 (1)

Beberapa jenis bahan bakar bensin yang umum dikenal di Indonesia memiliki nilai RON berbeda. Contohnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Nilai RON

Contoh bahan bakar

Kegunaan

RON 88

Premium

BBM dengan angka oktan rendah, kini semakin jarang ditemui

RON 90

Pertalite, Revvo 90

Digunakan pada kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan RON 90

RON 92

Pertamax, Shell Super, Revvo 92

Umum digunakan pada berbagai kendaraan modern

RON 95

Shell V-Power

Untuk kendaraan yang membutuhkan RON lebih tinggi

RON 98

Pertamax Turbo

BBM beroktan tinggi untuk mesin yang memang membutuhkan spesifikasi tersebut

Daftar tersebut bukan berarti setiap kendaraan dapat menggunakan semua jenis BBM di atas. Spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan tetap harus menjadi acuan utama.

Perbedaan Jenis Bahan Bakar Berdasarkan Nilai Oktan

Perbedaan utama antarjenis BBM pada pembahasan ini adalah kemampuan bahan bakar dalam menahan knocking. RON 90, misalnya, memiliki ketahanan terhadap knocking yang berbeda dari RON 92 atau RON 98.

BBM dengan RON lebih tinggi umumnya lebih sesuai untuk mesin yang memiliki kebutuhan ketahanan terhadap kompresi lebih tinggi. Salah satu contohnya adalah Pertamax Turbo dengan RON 98, yang ditujukan untuk kendaraan dengan kebutuhan bahan bakar beroktan tinggi.

Namun, jangan menganggap RON 98 selalu lebih baik daripada RON 92 untuk semua kendaraan. Jika mesin dirancang untuk RON 92, menggunakan BBM dengan angka lebih tinggi belum tentu memberikan peningkatan performa yang berarti.

Hubungan Nilai Oktan dengan Rasio Kompresi Mesin

Rasio kompresi adalah perbandingan volume ruang silinder ketika piston berada di posisi paling bawah dengan volume ketika piston berada di posisi paling atas.

Semakin tinggi rasio kompresi, campuran udara dan bahan bakar akan mendapatkan tekanan lebih besar sebelum dibakar. Karena itu, mesin berkompresi tinggi biasanya membutuhkan bahan bakar dengan ketahanan knocking yang lebih tinggi.

Mesin turbo juga perlu diperhatikan karena tekanan udara yang masuk ke ruang bakar dapat meningkatkan beban dan tekanan selama proses pembakaran. Meski begitu, kebutuhan RON tetap tidak bisa ditentukan hanya dari ada atau tidaknya turbo.

Cara paling aman adalah melihat rekomendasi bahan bakar pada buku manual kendaraan. Pabrikan sudah menentukan spesifikasi tersebut berdasarkan desain mesin, sistem pembakaran, dan kalibrasi kendaraan.

Nilai Oktan Tinggi Belum Tentu Lebih Baik, Ini Alasannya

Nilai oktan yang lebih tinggi berarti bahan bakar lebih tahan terhadap knocking, bukan otomatis memiliki energi lebih besar atau membuat semua mesin menjadi lebih bertenaga. BBM dengan RON yang lebih tinggi bisa saja digunakan apabila sesuai dengan ketentuan kendaraan, tetapi manfaat tambahannya belum tentu terasa pada mesin yang tidak membutuhkannya.

Oleh karena itu, jangan jadikan angka RON tertinggi sebagai patokan utama. Pilih bahan bakar berdasarkan kebutuhan mesin agar penggunaan BBM tetap efisien dan sesuai spesifikasi.

Baca juga: JENIS-JENIS BBM YANG UMUM DIGUNAKAN DI INDONESIA DAN PERBEDAANNYA

Waspada, Ini Dampaknya Jika Oktan yang Digunakan Tidak Sesuai

Salah memilih jenis bahan bakar dapat memengaruhi proses pembakaran, terutama jika kendaraan menggunakan RON di bawah kebutuhan mesinnya.

1. Knocking atau Mesin Ngelitik

Knocking terjadi ketika pembakaran berlangsung tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan bahan bakar dengan ketahanan knocking yang tidak mencukupi kebutuhan mesin.

Gejalanya dapat berupa suara ketukan atau ngelitik dari mesin, terutama ketika kendaraan berakselerasi atau bekerja dengan beban tinggi.

2. Performa Mesin Kurang Optimal

Pembakaran yang tidak sesuai dapat membuat respons mesin terasa kurang optimal. Tarikan kendaraan juga bisa terasa berbeda dibandingkan ketika menggunakan BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

3. Efisiensi Bahan Bakar Dapat Terganggu

Efisiensi tidak hanya ditentukan oleh nilai oktan. Kondisi mesin, tekanan ban, gaya berkendara, beban kendaraan, hingga kondisi lalu lintas juga berpengaruh.

Namun, menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesin membantu sistem pembakaran bekerja sebagaimana mestinya.

Baca juga: KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR MOBIL DAN FUNGSI SETIAP BAGIANNYA

Cara Memilih Bahan Bakar yang Sesuai untuk Kendaraan

Anda tidak perlu selalu memilih BBM dengan nilai RON tertinggi. Gunakan beberapa pertimbangan berikut.

Pertama, cek buku manual kendaraan. Biasanya pabrikan mencantumkan jenis atau nilai RON minimum yang sesuai untuk mesin.

Kedua, perhatikan spesifikasi mesin. Rasio kompresi dapat membantu menjelaskan kebutuhan bahan bakar, tetapi jangan menggunakannya sebagai satu-satunya patokan karena desain mesin dan sistem pengaturannya juga berpengaruh.

Ketiga, pertimbangkan jenis kendaraannya. Mesin standar, mesin berkompresi tinggi, dan mesin turbo dapat memiliki kebutuhan bahan bakar yang berbeda.

Keempat, jangan hanya mengejar angka oktan. BBM dengan RON lebih tinggi belum tentu memberikan manfaat jika kendaraan Anda tidak membutuhkannya.

Jika kendaraan mulai mengalami gejala ngelitik, tarikan terasa tidak normal, atau konsumsi BBM berubah, sebaiknya periksa kondisi mesin sekaligus pastikan bahan bakar yang digunakan sudah sesuai dengan rekomendasi kendaraan.

Rawat Sistem Bahan Bakar Mobil dengan Paket Fuel System Raja Oto

Nilai oktan bahan bakar perlu disesuaikan dengan kebutuhan mesin, tetapi jika performa mobil terasa menurun, tarikan berat, atau sistem bahan bakar perlu dibersihkan, Anda bisa mempertimbangkan Paket Fuel System Super atau Paket Fuel System Ultra dari Raja Oto, yang mencakup pemeriksaan dan perawatan fuel system, engine tune up, serta berbagai inspeksi pendukung.

Booking terlebih dahulu untuk menjadwalkan pengecekan di outlet Raja Oto yang saat ini tersedia di Kota Bekasi dan Surabaya. Pilih yang paling dekat dengan domisili Anda lalu dapatkan pemeriksaan lengkap pada sistem bahan bakar dan komponen lainnya oleh tim mekanik Raja Oto yang bersertifikat dan berpengalaman.

Tags

#Otomotif

Bagikan Artikel

Raja Oto Workshop
System_Online

Butuh Konsultasi Perawatan Kendaraan?

Tim customer service kami siap membantu Anda menemukan paket yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget kendaraan Anda. Chat sekarang!

Respons Cepat & Profesional

Tim kami siap melayani Anda dengan cepat dan ramah

Konsultasi Gratis 24/7

Tanyakan apa saja tentang paket service kami

Harga Transparan & Terpercaya

Tidak ada biaya tersembunyi, semua jelas

■Free Konsultasi
■Garansi Resmi
■Teknisi Bersertifikat